kau ada dimana ..

Rindu yang kau kirimkan
Membuncah membasahi ..
Segenap dinding dada ..
Dan aku tak terhindarkan terpagut..

Lenggok asmara yang kau tarikan
Hilang .. jauh sebelum terperikan
Aku tersudut beku di ruang khayal
Meratapi sisa geloranya ..

Mencumbu bayangan ..
Termangu menatap  pohon dan dedaunan
Mencumbu kegilaan
Dan berakhir diujung pesona kematian

Hati merekah segar tanda cinta siap untuk disemaikan ..

Dipersembahkan bagi sesama perindu  : @villaelvira @evasanusi, trims!

Saya pernah membakar Qur’an

Beberapa hari kemaren sempat marak dengan rencana pembakaran qur’an besar-besaran yang akan dilakukan oleh seorang pastor dari Amerika Serikat. Untunglah batal atas desakan banyak pihak, termasuk kecaman dari Presiden SBY. Sangat disayangkan kalau masih ada yang punya sikap provokatif seperti ini dalam beragama.

Kalo besar-besaran sih kan jelas memang mau mancing-mancing kemarahan ummat. Tapi saya pernah juga membakar qur’an. Pada waktu itu kami bebersih rumah dan ketemu qur’an yang sudah lama tidak diapa-apakan. Kalau anda ingat qur’an2 terbitan dulu pake kertas buram, dan mudah sekali dimakan rayap. Mau dibuang ke tempat sampah rasanya lebih salah, disedekahkan orang sudah ngga bisa membaca dengan benar lagi karena bolong-bolong. Disimpan sampai lapuk juga rasanya lebih tidak hormat. Dan setelah tanya sama guru saya memang dibakar yang lebih pas. Akhirnya sayapun pernah mengalami membakar Qur’an.