Satu yang saya suka dari para nabi adalah karena mereka datang dengan semangat pembaruan, sesuatu yang kini banyak dilupakan pengikutnya.—
Saidiman Ahmad (@saidiman) November 17, 2010
Yang universal dan mesti terus dipertahankan dari para nabi adalah semangat pembaruannya. Masing-masing kita bisa menghasilkan sesuatu.—
Saidiman Ahmad (@saidiman) November 17, 2010
Mas @saidiman yg baik, pembaruan itu bukan dg mengatakan #Qurban adl tuntunan yg tidak baik — seperti twit Anda kemarin
—
Candra Malik (@candramalik) November 17, 2010
Menyembelih anak adalah kejahatan, mas @candramalik .—
Saidiman Ahmad (@saidiman) November 17, 2010
@saidiman apakah anaknya disembelih, Mas?—
Candra Malik (@candramalik) November 17, 2010
Saya tidak akan mengajarkan ketaatan yang bentuknya bersedia menyelembelih anak, meski kemudian itu diganti dengan binatang. @candramalik—
Saidiman Ahmad (@saidiman) November 17, 2010
Banyak hal lain yang mesti diteladani dari nabi Ibrahim, tapi bukan cerita tentang rencana penyembelihan anak. Maaf, mas @candramalik—
Saidiman Ahmad (@saidiman) November 17, 2010
@saidiman betul. Ibrahim tidak menyembelih anaknya – dan tidak mewariskan ajaran menyembelih anak. Anda jangan kehilangan konteks—
Candra Malik (@candramalik) November 17, 2010
Para khatib mengajarkan KETAATAN dalam ibadah Idul Qurban. Tapi KETAATAN tidak berarti menghilangkan kepentingan pribadi.—
Saidiman Ahmad (@saidiman) November 17, 2010
@saidiman betul lagi. Tidak perlu mengajarkan ketaatan menyembelih anak, karena memang tidak ada ajaran itu. Dan #Qurban itu Sunnah. @ribosa—
Candra Malik (@candramalik) November 17, 2010
@saidiman yg baik ini, saya rasa, sdg berusaha membelokkan ajaran #Qurban dg hewan ternak ke isu penyembelihan anak. Saya miris.—
Candra Malik (@candramalik) November 17, 2010
Mas @candramalik , twit saya kemarin adalah soal perintah menyembelih anak dalam mimpi. Menurut saya itu bentuk ketaatan yang salah.—
Saidiman Ahmad (@saidiman) November 17, 2010
Memahami agama tak cukup dg akal sehat. Lihat, para ilmuwan mengerahkan akal yg paling sehat utk buktikan adanya Tuhan. Berhasil?—
Candra Malik (@candramalik) November 17, 2010
Mas @saidiman lupa, [Khidr AS] Hamba Allah bahkan membunuh anak kecil, melubangi perahu, dan merobohkan rumah. Ada Sirr di situ.—
Candra Malik (@candramalik) November 17, 2010
@saidiman yg salah perintahnya atau ketaatannya? Baca ulang twit Anda sendiri barusan, dan please temukan kerancuan di dalamnya.—
Candra Malik (@candramalik) November 17, 2010
Cerita Nabi Khidr AS yang membunuh anak kecil yang ditemuinya di jalan itu juga tidak patut diajarkan. @candramalik—
Saidiman Ahmad (@saidiman) November 17, 2010
Apakah kau sangka selama ini kami tidak menggunakan akal sehat? Orang tidak waras justru terbebas dari kewajiban2 dalam agama.—
Candra Malik (@candramalik) November 17, 2010
Perintah dan ketaatannya bermasalah. @candramalik—
Saidiman Ahmad (@saidiman) November 17, 2010
Agak melenceng dikit. Saya ingin mengemukakan kritik Milton Friedman terhadap kutipan pidato Presiden Kennedy yang sangat terkenal.—
Saidiman Ahmad (@saidiman) November 17, 2010
Itu karena Mas @saidiman hanya mengupas kulit tapi sudah merasa mengiris bawang. Memahami pesan agama harus "beyond". Tak bisa asal jeplak.—
Candra Malik (@candramalik) November 17, 2010
Kennedy bilang "Ask not what your country can do for you–you ask what can you do for your country." Menurut Friedman, keduanya bermasalah.—
Saidiman Ahmad (@saidiman) November 17, 2010
Yang pertama adalah bentuk negara paternalistik. Menunjukkan pemerintah adalah patron dan warga adalah anak-anak yang mesti disuapi.—
Saidiman Ahmad (@saidiman) November 17, 2010
Sementara yang kedua mengandaikan pemerintah adalah tuan dan warga negara adalah budak.—
Saidiman Ahmad (@saidiman) November 17, 2010
Hanya sampai di situlah pemahaman saya, mas. RT @candramalik: Itu karena Mas @saidiman hnya mengupas klit tpi sudah merasa mengiris bawang.—
Saidiman Ahmad (@saidiman) November 17, 2010
Saya stop diskusi dg Mas @saidiman sejak Beliau mengatakan "Perintah [Tuhan] dan ketaatan [Ibrahim] bermasalah. Wow, Tuhan bermasalah! Hebat—
Candra Malik (@candramalik) November 17, 2010
wow bahasan menarik menurut pak dokter gimana?
Hiya bahasan menarik .. sayangnya saya ngga ketemu cara nambahin tulisan sendiri .. kalo saya tambah otomatis dikasih
sama dia .. alhasil .. ngga keluar contekan twitternya ..
Saya kayaknya lebih sependapat dengan mas CandraMalik. Meski saya juga terbuka dengan ide @ulil yg kemaren bikin diskusi ini berkembang. Kalau Qurban sudah bisa disadari bukan lagi sebagai keharusan dan hanya anjuran sementara menolong sesama sekarang ini wajib dan urgent, mestinya yg didahulukan yg wajib.
Tapi diskusinya jadi didorong jauh ke menyalahkan sikap konsumerisme dan “pembantaian” .. ya saya kurang sependapat. masih banyak yang punya pola pikir belum sampai kesana ..
Menurut mas aRul gimana?
saya sebenarnya lebih cenderung ke pendapatnya candramalik, cuman sy masih kurang dalilnaqlinya jadi blum berani memberikan argumentasi yg lebih dalam dok, ada jg beberapa hal yg memang perlu analogi di luar kepala utk menjelaskan hal tersebut.
ini poin pentingnya sih.. kadang2 dengan sedikit akal, sedikit baca dan mengetahui tak sampai setitik debu kita sudah merasa mampu mendebatkan hal-hal tentang Tuhan.