#48 : Sebait berlumur kesadaran

pencerahan

Aku orang yang berkata pada diriku sendiri
Kegilaan ini berbatas jelas dengan siang
Pada saat cahaya shubuh menampak

Aku orang yang menginsafi batas pencarian diri
Si tukang kebun yang harus riang
Bila kebun harus jadi ladang atau lebak

Memahami jalinan kisah yang diurai
Dibalik jejaring yang menjurai
Bagi kelurusan jalan yang mesti dicapai

#45 : Sebait saat membara

Dua hari batin koyak
Raga berlari bara menyeruak ..
Yang dihempas pecah berserak ..
Mata api marah menguap menggelegak ..

Jiwa-jiwa murni terluka sudah..
Diseret dihentak berbalur darah ..
Hati meradang tiada pasrah dan lelah ..
Menaburkan kebencian di atas tlatah ..

Katakan pada cinta aku meninggalkannya ..
Katakan pada beningnya damai aku lupa nasihatnya ..

Bila nanti pedang yang dihunus kembali disarungkan
Dan busur-busur kembali dikendurkan ..
Tertinggallah rasa penyesalan ..
Di atas hati yang dikendarai setan ..
Penuh dengan berbagai guratan ..
Luka dari orang yang tersesatkan ..

Lumajang, 10 Pebruari 2012